Digital Beat Business Model and SCAMPER – UAS

DIGITAL BEAT STORE : THE MUSIC STORE!

Digital Beat Store adalah toko musik diigtal satu-satunya dan pertama di Indonesia. Mereka menjual musik yang berbentuk digital ddengan rate 256KBPS bit. Digital Beat Store berlokasi di semua bioskop Blitz Megaplex di Indonesia.  Hal yang perlu diketahui, pad atahun ini Digital Beat Store telah dibubarkan karena suatu faktor yang tidak disebutkan oleh foundernya, yaitu Budi Rahardjo yang pernah menjadi guest lecture kita.

Kamipun mencoba menganalisa bisnis model untul Digital Beat store yang menghasilkan bisnis model dan metode SCAMPER sebagai berikut:

BUSINESS MODEL FOR DIGITAL BEAT

S.C.A.M.P.E.R

Subtitute

  • DB dapat mensubtitute (menambahkan/mengganti) sistem penjualannya dengan membuat applikasi pada smart phone seperti itunes agar customer dpt membeli lagu dgn mudah.

Combine

  • DigitalBeat dapat menggabungkan  bisnisnya dengan penjualan alat musik atau merchandising online. Terlebih lagi DigitalBeat juga menjual lagu-lagu lawas yang susah dicari dimana. Besar peluang bagi digital store untuk menjual merchandising seperti kaos atau barang lainnya dari band-band lawas.

Adapt

  • Memberikan harga murah pada setiap lagu
  • Memberikan banyak fitur menarik
  • Memberikan promo untuk menarik pembeli
  • Membuat store di lokasi yang strategis

Modify

  • Gampang dijangkau
  • Pembayaran dilakukan dengan mudah
  • Membangun store dengan suasana yang cozy

Purpose

  • Mendownload lagu-lagu secara lebih mudah dan lebih cepat

Eliminate

  • Kemungkinan jaringan internet yang lamban
  • Kemungkinan gagal download

Reverse

  • Reverse fungsi cd dan kaset yang semakin tidak praktis, karena ketika kita membeli CD terkadang kita hanya menginginkan satu atau beberapa lagu saja didalamnya.

ITB #1 di Dunia

ITB logo

ITB Nomor 1 di Dunia? Kenapa tidak!

Seperti kata pepatah; tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Impian kami agar Institut Teknologi Bandung dapat menjadi institusi pendidikan terbaik di dunia pun bukanlah hal yang mustahil.

Namun, bagaimana caranya agar hal itu dapat terjadi?

1. Perbaikan Infrastruktur dan fasilitas

ITB mempunyai gedung yang sangat kokoh yang berdiri sejak zaman colonial Belanda. Sampai saat ini, gedung-gedung di ITB masih berdiri tegak tanpa banyak berubah dari bentuk aslinya. Namun, seringkali terlihat bangunan-bangunan di ITB yang tampak rusak pada beberapa bagian dan belum diperbaiki. Selain itu, masalah kebersihan pun turut mengganggu keindahan bangunan-bangunan di ITB. Hal-hal tersebut sangat perlu untuk diperbaiki mengingat fasilitas dan infrastruktur sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar dan mengajar di ITB, yang secara langsung pun mempengaruhi kesuksesan mahasiswa-mahasiswi ITB nantinya. Selain itu, kebersihan dan kelengkapan infrasutuktur dan fasilitas tentunya merupakan modal utama untuk menjadi kampus terbaik di dunia.

2. Perbaikan kesadaran tanggung jawab moral

Seperti yang kita ketahui, kegiatan mencontek yang kerap dilakukan oleh mahasiswa/i adalah hal yang dilarang dan melanggar aturan. Kegiatan ini selain dapat membuat mahasiswa/I menjadi malas, juga membuat kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan menjadi tidak berarti. ITB dapat mencegah dan menanggulangi hal ini dengan memberikan suntikan moral kepada maahsiswanya agar lebih percaya diri dalam mengerjakan soal. Selain dari sisi mahasiswa, ada pula kejadian dimana dosen dan staff ITB lainnya yang tidak menjalankan tugas dan amanah sebagaimana mestinya. Kedua masalah tersebut dapat ditanggulangi dengan mempererart rasa kebersamaan dan “sense of belonging” antar masyarakat ITB, sehingga tercipta keharmonisan dan terpenuhinya tanggung jawab, hak, dan kewajiban.

3. Penyempurnaan bahasa asing

Menjadi kampus nomor satu dunia, tentunya harus “melek” global. Sampai saat ini, ITB belum menerapkan penyampaian kuliah wajib dalam bahasa Inggris, baru diimplementasikan pada beberapa mata kuliah di beberapa fakultas. Menurut kami, bahasa global adalah syarat terpenting agar skill dan prestasi para insan ITB dapat disampaikan dengan jelas kepada dunia. Sehingga, ITB akan lebih dapat diakui menjadi kampus terbaik.

4. Perbagus perpustakaan

ITB Library- taken from http://1.bp.blogspot.com

Perpustakaan adalah hal wajib bagi universitas-universitas dan institute ternama dunia dalam menunjang pencitraan sebagai kampus ternama dunia. Kelengkapan dan keanekaragaman buku, kenyamanan perpustakaan, dan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan adalah hal yang wajib ketika suatu institusi pendidikan ingin menjadi kenamaan dunia. Bahkan, banyak perpustakaan yang sengaja dibangun dengan desain semewah dan senyaman mungkin dan disertai kafetaria atau restoran. Semua itu dilakukan agar menarik minat baca para mahasiswa dan mereka makin betah membaca didalamnya.

Berikut adalah salah satu dari sekian perpustakaan di universitas kenamaan dunia, Oxford yang dapat dijadikan referensi:

5. Perbanyak dan perdalam bidang studi

Jika dibandingkan dengan negra-negara maju, bidang keilmuan di Indonesia masih relatif sedikit dan tertinggal. Banyak cabang-cabang ilmu yang telah dipelajari dan dijadikan mata kuliah di laur sana, yang belum dipelajari dan dikuasi oleh orang Indonesia. Dalam hal ini, studi dan penelitian pengajar ke luar negeri adalah hal yang dapat mengatasinya. Diharapkan, sepulangnya mereka ke Indonesia dan telah menjadi ahli, akan dapat berkontribusi dalam memperdalam cabang keilmuan di ITB. Semakin banyak cabang ilmu yang diajarkan di ITB, maka semakin dekat pula peluang ITB menjadi kampus terbaik dunia.

5 hal tersebut adalah 5 hal yang menurut kami sangat penting dalam menjadikan ITB sebagai kampus nomor satu dunia. Tentunya hal-hal tersebut dapan dilaksanakan secara efektif bila seluruh masyarakat ITB, baik dosen, rektor, mahasiswa, dan staff bersinergi saling mendukung untuk memajukan Institut Teknologi Bandung.

Salam Ganesha!