EYEDEA; A ZOOMABLE SPECTACLE

EYEDEA

Tahapan Inovasi adalah sebagai berikut:

1.      Problem definition

Menentukan dan memilih masalah yang tepat untuk diselesaikan dan dibuat solusinya. Kami mendapatkan sebuah problem yaitu banyak pengguna kacamata yang mengeluhkan ketidakakuratan kacamata mereka yang digunakan untuk melihat dengan lebih jelas.Problem kedua yaitu, terdapat kerepotan para konsumen untuk mengeluarkan kamera, menghidupkannya, untuk kemudian memotret objek yang mereka kehendaki.

2.      Idea Generation.

Menghasilkan ide sebanyak-banyaknya, baik positif maupun negative. Dari brainstorming kami mendapatkan suatu produk yaitu zoomable eyewear yaitu EYEDEA yang menyelesaikan kedua problem.

3.      Idea Selection.

Di tahap ini, EYEDEA adalah ide yang kami pilih.

4.      Idea Implementation.

Kami membuat prototype produk kemudian mengevaluasi hal-hal yang harus kami kembangkan dan perbaiki.

5.      Improvement Process.

Improvisasi fitur dengan menambahkan fitur built-in kamera

Berdasarkan Proses Inovasi  yang dijalankan oleh IDEO, kami menciptakan produk kacamata yang dapat diatur kemampuan memperbesar atau memperkecil gambarnya dan juga dapat mengabadikan gambar yang dilihat; yang kami namakan “EYEDEA”. Berikut adalah proses brainstorming inovasi yang kami lakukan berdasarkan metode IDEO:

1. Understanding the product

Target Market:

–       Eyeglass user

–       Male and Female

–       Scientists who need many sight-mode options for their jobs.

–       Secret agent

–       Researcher

–       Collector

Feature:

EYEDEA is the world’s first adjustable optical spectacle. EYEDEA features 2 adjustable v18 zoom lens, and a built-in auto-focus camera

Marketing kit:

– Grand launching invitations for workers in many institutions

– Brochure

– Electronic advertisement

– Newspaper and magazine advertisement

– Website

– Online networking

2. Observe

Dari observasi kami, banyak pengguna kacamata yang mengeluhkan ketidakakuratan kacamata mereka yang digunakan untuk melihat dengan lebih jelas, juga kerepotan para konsumen untuk mengeluarkan kamera, menghidupkannya, untuk kemudian memotret objek yang mereka kehendaki. Untuk itulah kami hadir dan memberikan inovasi baru kami yang menggabungkan kedua kegunaan tersebut.

3. Visualize

Visualisasi yang telah kami buat:

4. Evaluate & Refine

Setelah membuat prototype, Tim IDEO akan berkumpul dan membahas satu persatu kelebihan dan kekurangan dari gagasan yang telah dibuat. Kami pun melakukan hal yang sama, setelah kami membuat prototipenya, kami mengevaluasi kegunaannya dan desain terbaik yang akan digunakan. Sebagai contoh, fitur kamera adalah fitur baru yang kami tambahkan setelah kami melakukan evaluasi tahap pertama produk ini.

5. Implement

Proses peluncuran dan penjualan produk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s